KAMPUNG ADAT PRAINATANG SUMBA TIMUR NTT

Teman….,
Banyak kampung adat terdapat di Pulau Sumba yang masih terpelihara budaya dan bangunannya sampai saat ini.
Setelah kemarin saya mengunjungi Kampung Raja Prailiu, maka kali ini saya mengunjungi Kampung adat lainnya yaitu Kampung Adat Prainatang .

Dan Pulau Sumba telah melegenda di seantero dunia.
Oleh para ilmuan arkeolog sering menyebut pulau Sumba itu sebagai “The Living Megalithik Culture” sebuah Budaya Megalitik yang terus berlangsung hidup dari 4.500 tahun yang lalu dan masih lestari hingga saat ini.
HEBAT yaaaaa…!!!

Kampung Adat Prainatang

Kampung Adat Prainatang itu sendiri terletak di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, sekitar 20 Km dari Kota Waingapu.
Seperti kampung adat lainnya yang terdapat di Sumba Timur, , di kampung ini juga banyak terdapat makam yang berdiri di tengah-tengah pemukiman rumah adat.
Hal yang menarik bagi saya adalah bentuk bangunan makam yang besar-besar dan terbuat dari batu beton berukuran tinggi dan berat yang entah berapa ton beratnya. luar biasa kokoh!…

Menarik karena saya bak hidup dan berdiri di jaman megalitik, jaman purbakala yang penuh dengan dengan bebatuan berukuran besar-besar.
Jadi dalam postingan kali ini saya lebih menyoroti perihal bangunan makam dan segala budaya upacara pemakaman jenazah di Sumba.

Secara, informasi yang didapat dari pemandu hanya sekilas dan sedikit.
Hingga memacu saya untuk segera mencari informasi dari internet sebagai bahan belajar mendalami tentang sejarah budaya masyarakat Sumba.

yu’ kita mulai dari sini….

Dibawah ini adalah foto bentuk bangunan makam di Kampung Prainatang.
dengan ukuran tinggi-tinggi dan besar-besar. Apa makna dari bangunan beton tersebut?

Sebelumnya mari kita ulas perihal adat dan penguburan masyarakat Sumba….

ADAT KEMATIAN DAN PENGUBURAN . . .



Menurut kepercayaan Marapu, kepercayaan yang banyak dimiliki masyarakat Sumba, bahwa kematian itu adalah suatu proses peralihan dalam setiap kehidupan manusia. Sebuah peralihan dari kehidupan kita yang hanya sementara di alam fana ini, ke kehidupan yang akan abadi di alam baka nanti.


Proses Penguburan di sana dilaksanakan secara bertahap dan banyak sekali rangkaian upacara yang harus dilakukan yang terkadang membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.
Apalagi untuk masyarakat yang masih ada garis keturunan raja-raja.

Bahkan jika keluarga yang ditinggalkan belum memiliki biaya untuk mengadakan penguburan, maka mayat akan disimpan terlebih dahulu dengan diawetkan menggunakan ‘cara’ adat mereka hingga bertahun-tahun sampai pihak keluarga memiliki budget untuk mengadakan upacara penguburan.

Mendengar cerita dari Bu RT setempat, sangatlah panjang ceritanya. Hingga saya tidak hafal nama dan urutan serta istilah yang mereka gunakan.
Hingga waktu menjelang larut malam, saya masih betah mendengar cerita ibu dan bapak. Seruu dan membuat saya yang bersuku Jawa ini penasaran dengan adat istiadat masyarakat Sumba.

Ternyata Indonesia penuh dengan aneka ragam budaya leluhur yang masih dipertahankan. Ini baru satu dari ratusan bahkan mungkin ribuan adat istiadat yang terdapat di setiap suku di berbagai belahan bumi Indonesia.
Sungguh Indonesia adalah negara yang kaya akan warisan leluhur yang berbeda namun bisa bersatu padu dalam kedamaian.


Masih banyak dan panjang hal lain yang harus di ulas, namun pada postingan berikutnya yaa.

I love Indonesiaaaa….,
saya bangga menjadi bangsa Indonesia.

Terimakasih sudah mampir…,
sampai bertemu pada postingan budaya berikutnya.

Untuk lebih mengetahui secara detail sejarah dan budaya Sumba selengkapnya bisa kunjungi dan baca link di bawah ini

http://repositori.kemdikbud.go.id/5925/1/BUDAYA%20SUMBA%20JILID%202.pdf


KAMPUNG ADAT PRAINATANG SUMBA TIMUR NTT
Tagged on:                                                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *