KAMPUNG RAJA PRAILIU SUMBA TIMUR


Waktu 2 minggu untuk mengexplore beberapa kota dan kabupaten di Propinsi NTT rasanya masih kurang…
Walau rute destinasi sudah padat, tetapi tidak semua lokasi bisa saya explore.
Bersama sahabat Pramugari saya yang sedang mengambil cuti, maka berangkatlah kami berdua mengunakan pesawat dengan rute pertama Jakarta – Surabaya, Surabaya Kupang, Kupang – Atambua.
Sebuah Kabupaten di Pulau Timor yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

*Cerita tentang explore Atambua akan di tulis next karena ada yang lebih menarik bagi saya saat saya explore di Pulau Sumba.

5 hari di Atambua, saya melanjutkan perjalanan ke Pulau Rote selama 2 hari via Kupang dan kembali ke Kupang untuk melanjutkan perjalanan menuju Waingapu di Sumba Timur.

Walau lelah karena kurang tidur dan perjalanan panjang, tapi rasa exited untuk mengexplore cantiknya Sumba menjadikan semuanya diabaikan. yang ada malah menjadi bahan bakar semangat untuk bisa memenuhi rasa ingin tahu.

Singkat cerita, sampailah di bandara Waingapu Sumba Timur.
Saya dan teman pramugari saya dijemput 2 mas-mas tour guide yang akan mengantar kami menjelajah bumi Sumba.

Di Sumba, banyak sekali terdapat kampung adat yang tersebar dari Barat hingga Ke timur.
Untuk Sumba Timur, ada kampung Prainatang, Kampung Kawangu, Kampung WatumbakaPraiyawang, Umabara, Tambahak dan masih banyak lagi kampung adat lain. Sayangnya saya tidak sempat mengunjungi semua kampung adat tersebut. Untungnya, ada beberapa kampung adat yang tidak jauh karena masih berada didalam kawasan Kota Waingapu. Salah satunya adalah Kampung Raja, di kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Waingapu.

Kalau dilihat dari sejarah kerajaan di pulau Sumba, maka kampung adat Praing Prailiu masih bagian dari kerajaan Lewa Kambera, di mana Praing Prailiu adalah ibu kota kedudukan terakhir dari kerajaan Lewa Kambera atau dijaman Belanda disebut dengan SWAPRAJA dan sampai saat ini masih ada keturunan langsung dari Raja Lewa Kambera yang mendiami kampung adat Praingu Prailiu yang menjadi pewaris dari kerajaan Lewa Kambera.

bentuk rumah adat


Bentuk rumah adat di Sumba atapnya tinggi lancip, serupa menara dimana disitu banyak tersimpan benda-benda pusaka (Tanggu Marapu).

Setiap Rumah Adat di Sumba mempunyai 3 bagian dalam bentukannya. yaitu,
Bagian bawah, bagian tengah dan bagian atas rumah, keadaan itu mencerminkan simbol alam dalam pandangan Suku Bangsa Sumba, yakni alam Bawah ( yaitu tempat arwah), alam Tengah (tempat manusia) dan alam Atas (tempat berkumpulnya para dewa).


Jadi rumah di sana bukan hanya sebagai tempat kediaman manusia saja, tetapi juga merupakan tempat di selenggarakannya acara-acara kebaktian dalam pelaksanaan upacara adat dan juga sebagai pusat persekutuan sosial dan ekonomi masyarakat Suku Sumba.

Bentuk lancip di atas rumah dengan bangunan yang tinggi berjerami terlihat masih berdiri kokoh di setiap rumah adat.
Oleh warga masyarakat rumah adat ini disebut dengan Uma Mbatang atau Uma Hori. Pemerintah Indonesia pun, dibantu oleh Bank Dunia, berusaha untuk tetap melestarikan rumah-rumah adat di desa ini dengan membantu merekonstruksinya tanpa mengubah bentuk aslinya.

Rumah adat tradisional Sumba di sebut juga memiliki tiga bagian yang mewakili kosmologi lokal.
Bagian Ruang Bawah Tanahnya merupakan rumah bagi orang-orang yang sudah meninggal,
Lalu Bagian Tengah Rumah untuk keluarga yang masih hidup,
sementara Atap Rumah dipercayai adalah sebagai rumah para dewa bersemayam.


Selain itu di sana juga ada pemakaman dengan jenis batu megalitikum yang dinamai Reti juga di sana masih banyak juga lho..,
patung-patung batu peninggalan masa lalu yang masih terpelihara dengan baik.

Kuburan batu megalitik itu pada umumnya berukuran sekitar 4 x 2 meter, dan beratnya sampai mencapai puluhan ton, !!! whhuufh…

Nah,
Empat tiang batu yang berdiri kokoh itu, fungsinya untuk menaungi kondisi jenazah yang telah dikubur.
Dan posisi Jenazah dikuburkantidak seperti pemakaman umum lainnya yaitu diletakkan dalam posisi duduk meringkuk, dengan dilapisi puluhan bahkan ratusan kain tenun adat , lalu barulah makam di tutup dengan semen.

Bangunan di atas makam batu dibuat Penji (tugu batu).
Biasanya di buat dengan ornamen binatang, seperti kerbau, buaya, kura-kura, atau harimau yang melambangkan raja, lalu binatang ayam atau babi yang menunjukkan kepemimpinan, dan udang yang filosofinya melambangkan kehidupan hanya berganti bentuk dunia.

Masyarakat Sumba percaya, bahwa orang yang meninggal hanya berpindah tempat.
Oleh Karena itu, beberapa kekayaannya dibawakan ke liang kubur, seperti perhiasan emas dan manik-manik, semua turut di kuburkan.

Luar biasanya, acara adat penguburan pun dilakukan secara besar-besaran,
Yaitu dengan menyembelih puluhan kerbau dan kuda yang diartikan sebagai bekal sang jenazah di alam sana.
Semakin besar ukuran kuburan batu, semakin menunjukkan kebesaran para bangsawan itu.
Dengan perkiraan biaya penguburan sekitar Rp 250 juta sampai Rp 1 miliar.
Duuuhhhhh….,

Teman-teman bisa tahu lebih banyak akan adat istiadat Masyarakat Sumba di link berikut:

Kompas.com dengan judul “Sampai Mati Tetap Dijaga”, https://nasional.kompas.com/read/2008/08/19/0119310/sampai.mati.tetap.dijaga

Berjam-jam saya berbincang dengan Mama RT dan keluarga di sana. Tapi saking banyaknya informasi dan sejarah yang diceritakan dengan nama-nama dan istilah yang sulit disebut oleh lidah Jawa saya, saya jadi tidak ingat semuanya.

Rumah penyimpanan mayat

Saat saya berada di sana, saya melihat beberapa rumah adat yang masih kokoh berdiri walaupun sudah berusia ratusan tahun.
Diantara beberapa rumah adat yang terdapat di sana, terdapat satu bangunan rumah yang di dalamnya masih tersimpan satu jenasah yang sudah 10 tahun tersimpan dan menunggu untuk dikuburkan.
Mengapa menunggu sampai lama sekali?

Karena pihak keluarga belum mempunyai dana yang cukup untuk membuat upacara adat, dikarenakan sang jenazah adalah masih keturunan raja. sehingga ada kewajiban kepada keluarganya untuk membuat upacara pemakaman secara besar-besaran hingga beberapa hari dengan mengundang semua lapisan masyarakat Sumba.

Hmmmh…,
sebetulnya masih panjang yang harus digali dan diulas..

Tapi, lanjut di postingan berikutnya yaaaaaa!

Untuk foto-foto detail selengkapnya bisa klik di :https://photos.google.com/album/AF1QipOH3pGS1_MQq1ItjVgfjUYv5LwpMKlqC7A8e8pU

Terimakasih sudah mampir.

monggo tinggalkan jejak………

KAMPUNG RAJA PRAILIU SUMBA TIMUR
Tagged on:                                                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *