CATATAN SUKU TOBELO DALAM (1)

Suku Togutil atau Tobelo Dalam adalah masyarakat asli pulau Halmahera. Ada yang menyebutkan asal mereka dahulunya adalah para pengikut setia kesultanan yang melarikan diri ke hutan dari desakan kaum kolonial pada masa itu. Sehingga mereka disebut orang “To Go Hill” kemudian menjadi kata TOGUTIL.

Dari sumber lain ada juga  yang menyebutkan bahwa mereka mengaku suku asli pulau Halmahera. Bahasa mereka merupakan nenek moyang dari Bahasa Tobelo sehingga mereka lebih suka disebut orang Tobelo Pedalaman atau Tobelo Dalam.

Terlepas apakah suku Togutil atau Tobelo Dalam benar asli penduduk Halmahera,  masih diperlukan penelitian dan kajian lebih mendalam.

Tapi pada kesempatan ini saya sedikit bercerita tentang Suku Tobelo Dalam saat saya blusukan membaur  bersama mereka. Dan mengamati dari dekat bagaimana mereka bisa bertahan dalam menghadapi kemajuan zaman.

Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang kehidupan Suku Tobelo Dalam yang berada di satu titik  pemukiman  yang diberikan  oleh pemerintah di daerah Dusun Titipa Desa Dodaga kecamatan Wasile Timur kabupaten Halmahera Timur propinsi Maluku Utara.

Posisi Suku Tobelo Dalam yang berada  di area  Taman Nasional  ini adalah istimewa. Mereka satu satunya kelompok masyarakat yang diberi ruang dalam kawasan taman nasional untuk melanjutkan cara hidup tradisionalnya.

Keberadaan mereka diakomodir dengan menetapkan zona tradisional di daerah daerah dimana teridentifikasi ada aktifitas pemukiman, lokasi pencaharian / wilayah perburuan. Tapi perlu diingat hanya aktifitas tradisional yang memiliki nilai budaya turun temurun dengan peralatan dan teknis yang sederhana.

Kita pun harus memperlakukan dan memposisikan mereka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Mereka punya hak yang sama dengan masyarakat lain di luar hutan. Hak untuk hidup layak mendapatkan pendidikan, perlindungan hukum, kesehatan dan hak lain sebagai warga negara Republik Indonesia.

Kita perlu koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan bagaimana perlakuan terhadap mereka yang masih nomaden, bagaimana tindakan terhadap mereka yang sudah keluar tapi masih tinggal di muara- muara sungai dan bagaimana terhadap mereka yang telah dan sedang bergelut dengan kesulitan ekonomi bersama masyarakat lain di sekitar mereka.

Suku Tobelo Dalam atau Togutil ini perlu mendapat perhatian khusus.

Pengelolaan masyarakat Tobelo Dalam apabila tidak dilakukan secara hati hati  bertahap dan tuntas bisa berdampak negatif dan menimbulkan kesan trauma bagi mereka sebagai masyarakat yang pola fikirnya masih sederhana.

Mereka akan curiga terhadap orang baru yang baru dikenalnya. Sehingga perlu key person sebagai guide dari golongan mereka dalam pendekatannya.
Selanjutnya hal penting lainnya adalah bagaimana menentukan pemukiman dan mata pencaharian alternatif yang mampu menahan mereka untuk tidak menggantungkan kebutuhan hidupnya terhadap hutan sepenuhnya.
Disamping itu penyuluhan nilai nilai konservasi hutan perlu ditanamkan.

Mereka dalam keraguan, kembali kehutan atau bertahan ?

Mereka seolah dipersimpangan jalan.  Memaksakan diri bertahan hidup di hutan dimana satwa sudah tak lagi mudah untuk didapatkan, daerah perburuan dan lingkungan pemukiman telah tercemar limbah penambangan.

Bersambung . . .

 

*Disadur dari berbagai sumber.

 

 

CATATAN SUKU TOBELO DALAM (1)
Tagged on:                                                     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *