BLUSUKAN DI BUNKER JEPANG …

  • Setelah kemarin saya mengunjungi salah satu bunker yang ada di Desa Hate Tabako Halmahera Timur, selanjutnya saya ‘mampir’ ke lokasi bunker yang kedua. Yang jaraknya tidak berjauhan dengan bunker pertama.

Hanya dengan berjalan kaki sekitar 15 menit, saya sampai di lokasi.

Ya Allah…, Betapa indahnya pantai di Hate Tabako. Dari jauh sudah terlihat bangunan bunker yang keadaannya sudah agak terbenam oleh pasir pantai.

Dua bunker peninggalan perang dunia II yang terdapat di Maluku Utara, tepatnya di Desa Hate Tabako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur ini masih terlihat kokoh.

Desa Hate Tabako ini letaknya kurang lebih 167 kilometer dari Ibu Kota Maluku Utara, Sofifi.

Di pulau Halmahera sendiri terdapat beberapa bunker pertahanan Jepang.

Bunker ini menjadi saksi tentara Jepang saat melawan sekutu pada 1943-1944.

Perjalanan menuju lokasi bunker tadi harus masuk ke dalam sebuah perkebunan kelapa sekitar 100 meter dari jalan desa. Dua bunker bekas tentara Jepang yang kondisinya saat ini sudah agak memprihatinkan karena dimakan usia dan banyak coretan di dinding karena ulah tangan pengunjung yang tak bertanggung jawab.

Kedua bunker ini tepat berada bibir Pantai Halmahera atau Pantai Hate Tabako. Jarak bunker  dengan pantai hanya sekitar 20 meter. Di lokasi kedua bunker ini, saya pun disuguhi pemandangan keindahan laut yang bersih dan biru. Karena masih jarangnya pengunjung yang datang.

Konon menurut sejarah, pembuatan bunker di wilayah Hate Tabako ini, bertujuan selain menghalau serangan udara dan laut oleh tentara sekutu, juga untuk strategi tipu daya Jepang  untuk mempertahankan wilayahnya.

Sehingga menyebabkan tentara Sekutu justru salah sasaran.

Mereka mengira basis tentara Jepang berada di Pulau Morotai.

Tentunya, dengan adanya bunker tersebut tentara Sekutu mengira tidak ada pendudukan Jepang di Hate Tabako dan sekitarnya.

“Jadi Jepang memang menaruh sedikit tentara di Morotai. Tapi itu hanya strategi untuk memancing Sekutu masuk ke Morotai. Karena banyak alat-alat perang yang juga tersebar di Halmahera Timur dan Halmahera Utara, saat itu Sekutu pun saat menguasai Morotai juga diserang Jepang dari Utara dan Timur (menurut sumber)

Saya betah berlama-lama duduk dan bermain pasir di pantai yang ombaknya tidak terlalu besar.

Berwisata, sambil belajar sejarah adalah suatu kebahagiaan tersendiri.

Bisa mengexplore keindahan Indonesia adalah juga  suatu anugrah yang Allah berikan.

Jadi harus di nikmati dan di syukuri….

So,

Saya mau keliling pantai dulu ya..

Sampai ketemu di blusukan sejarah berikutnya..

Trimakasih 😘🙋

 

BLUSUKAN DI BUNKER JEPANG …
Tagged on:                                             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *