BLUSUKAN KE BUNKER HATETABAKO

Hari ini saya  berkesempatan mengunjungi Benteng pertahanan Jepang di Wasile Tengah.

Tepatnya berada di Desa Hate Tabako, Wasile Tengah, Halmahera Timur propinsi Maluku Utara.

Dari Subhaim, bunker yang terletak di pinggir pantai ini berjarak sekitar  45 kilometer dan kurang lebih satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil serta disuguhi pemandangan khas pesisir dengan bukit pegunungan yang tampak masih hijau dan ¬≠asri.

Jalan masuk menuju bunker ini sudah bagus. Dan bisa  untuk dilewati satu mobil.

Masuk ke wilayah lokasi bunker, saya disuguhi pemandangan deretan kebun kelapa yang luas di  sepanjang jalan masuk, menambah rasa ingin cepat sampai ke lokasi bunker.

 

Akhirnya saya sampai pada lokasi bunker. Dari jauh terlihat bentuk bangunan persegi panjang dua buah. Satu lebih tinggi dari bangunan lainnya. Ternyata ini adalah penanda  “gerbang” untuk masuk ke dalam bunker. Dua bangunan inilah yang tampak saat awal saya tiba di lokasi.

Saya berfikir.., kenapa ini bungker rendah sekali.

Setelah dekat dan saya coba untuk masuk…, Lubang yang tadi terlihat dari luar kecil ternyata berbentuk lorong yang menjorok ke dalam.

Hmmmmh….., Ternyata di dalamnya luaaassss !!!

Bangsa Jepang memang hebat.

Ciri bunker yang dibangun oleh mereka, bangunan bungker rendah dan terletak di dalam tanah. Semacam gua. Sehingga tidak terlihat bahwa ada bangunan bunker di sana.

Berbeda dengan bangsa Portugis. Mereka membuat bunker pertahanan di atas tanah dan menjulang tinggi ke atas.

Sebuah bangunan kokoh yang dengan memiliki lubang yang sangat kecil dan gelap.

Sempat ragu untuk masuk ke dalam. Tapi rasa penasaran, membuat saya memberanikan diri untuk menjelajah lorong gelap di depan sana.

Ternyata…..,

Setelah beberapa saat memasuki lorong yang gelap dan terlihat kecil itu, tampak sedikit sinar masuk dari berbagai arah. Sinar tersebut  ternyata adalah sinar yang masuk dari beberapa lubang pintu gua (bunker) yang ternyata juga memiliki lubang-lubang kecil sebagai lorong untuk masuk kedalam bunker.

Saat sudah di dalam bunker.., ternyata ruangan di dalam sangat luas. Bisa untuk berkumpul 10 sampai 20 orang.

Tidak terasa pengap, karena bunker memiliki beberapa lubang dan lorong yang satu sama lain saling berhubungan.

Amazing memang…..

Perasaan bercampur aduk di dalam.

Antara rasa takut namun penasaran…😂

 

Bunker ini merupakan sebuah situs bersejarah. Dan memang punya banyak cerita. Sejak Perang Dunia ke-2, kawasan ini menjadi basis tentara Jepang melawan pasukan sekutu. Masih tampak benteng pertahanan yang berada di pesisir pantai di Wasile. Meski beberapa bagian  tampak mulai rusak dengan adanya abrasi laut.

Bunker-bunker ini memiliki struktur bangunan beton dan kerangka besi, serta memiliki 4 pintu dan 2 ruangan. Tiap-tiap ruangan dihubungkan dengan lorong panjang.
Pada masanya, bunker ini digunakan pasukan Jepang saat Perang Pasifik berkecamuk pada tahun 1943 – 1945.

Bangunan seperti ini juga tersebar di beberapa titik di Halmahera seperti di Kao, Galela dan lainnnya selain di Pulau Morotai sebagai basis utama.

Duh…, Mimpi selanjutnya adalah ke Pulau Morotai !!!

Bunker Jepang ini berjarak kurang lebih 50 meter dari pesisir pantai desa Hate Tabako, bangunan yang memiliki struktur beton dan kerangka besi yang di anyam ini memiliki empat pintu dan dua ruangan. masing-masing ruanganya di hubungkan dengan lorong-lorong panjang. bangunan ini di fungsikan oleh pasukan jepang sejak tahun 1943 hingga tahun 1944 pasca Jepang di kalahkan oleh sekutu pada perang pasifik. saat ini, bangunan tersebut telah menjadi salah satu primadona wisata sejarah Tutu Maluleo Desa Hate Tabako kabupaten Halmahera Timur.

Sedikit informasi, Masyarakat desa Hate Tabako adalah masyarakat migrasi dari suku Tobelo yang berada di kabupaten Halmahera Utara sedangkan agama yang di anut adalah agama Kristen. Untuk mata pencahariannya, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani Kopra dan nelayan. Bahasa yang di gunakan adalah bahasa Tobelo dalam. (Sumber wikipedia)

Saya mengelilingi bunker yang kira-kira bentuknya bulat. Saya tidak tahu persisnya karena bagian atas bunker dipenuhi tanaman kelapa dan rumput yang tinggi.Beberapa lubangpun yang bentuknya menyerupai lorong kecil untuk masuk ke dalam sudah mulai tidak terlihat karena rumput sudah tinggi dan bunker agak tidak terawat.

Tempat saya berdiri ini adalah tempat di mana bunker berada di bawah pijakan kaki saya.

Barangkali sengaja di atas bunker ditanami kelapa dan tumbuhan lain agar tak terlihat bahwa di situ ada benteng pertahanan.

Hebat !!

Beruntung saya dapat mengunjungi salah satu peninggalan sejarah yang mungkin kurang terekspose.

Indahnya Indonesia..

Pesona Indonesia

Pesona Maluku Utara

 

Trimakasih …

Sampai jumpa di cerita blusukan sejarah saya selanjutnya  😘😘😘

 

BLUSUKAN KE BUNKER HATETABAKO
Tagged on:                                     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *