TOILET UNIK @GREEN SCHOOL BALI

Pada postingan yang lalu saya pernah menceritakan beberapa gambaran toilet di beberapa daerah dan pulau.
Entah mengapa saya selalu tertarik membahas tentang hal ini.
Setiap ada toilet yang unik dan berbeda, selalu saya jadikan pokok bahasan untuk di ulas.

Kali ini saya akan membahas bagaimana gambaran toilet di Green School. Sebuah sekolah internasional yang mengusung konsep sekolah alam yang unik, natural, dan semuanya serba alami. Baik sarana prasarananya ataupun kegiatan belajar mengajarnya.

Green School menyediakan fasilitas yang sangat lengkap untuk para students dan parents yang menyekolahkan anak-anaknya di sana. Mayoritas students yang belajar di Green School adalah expatriat.
dan salah satu sarana bagunan yang unik di sana adalah  Toiletnya.
Dengan bentuk bangunan yang unik, semua serba bambu…, itu yang menjadikan rasa kepenasaran saya seperti apa bentuk  ‘dalam’nya  toilet di sana.

 

 

Toilet di bagi menjadi  dua bagian area di dalam satu bangunan ( saya menyebutnya ‘gubug’)
Satu untuk area BOY dan satunya untuk GIRLS. Tertera dalam tulisan di blok bambu tag  di ‘dinding’ sebelum masuk ke toilet.
Dinding di sini semua terbuat dari anyaman bambu.
Ketika masuk ke dalam ruangan, yang berbentuk lorong dengan berdinding anyaman bambu, kita sudah disuguhi desain interior yang unik. Membuat mata adem… karena desain ruangannya yang tidak menyerupai toilet sekolah pada umumnya. Semua layaknya toilet di hotel-hotel, di sana juga disediakan wastafel lengkap dengan cermin di dinding dan hiasan bunga segar dalam sebuah pot.

 

 

 

 

 

Di sana tersedia tiga ruangan toilet di dalam bangunan area GIRLS. Saya masuk ke bagian Girls ini karna saya ga mungkin masuk ke area Boy :)…  bisa-bisa di usir bapak security nanti.

Di dalam ruang toilet, terdapat satu buah tissue roll,  satu keranjang untuk sampah bekas tissue, satu ember tempat serbuk kayu dan centong batok sebagai penyiduknya serta  dua kloset duduk yang terbuat dari adukan semen (sementara hana tutupnya yang menggunakan tutup plastik toilet).
Untuk apa serbuk kayu dalam ember? ini yang menarik…

Kloset sebelah kiri adalah khusus untuk buang air kecil lengkap dengan shower airnya.  Kemudian satu kloset duduk lainnya adalah khusus untuk buang air besar tanpa shower air.
Sekilas tidak terlihat perbedaan. Namun jika kita buka penutup toiletnya, maka akan jelas terlihat.

 

 

Kloset khusus untuk buang air kecil, dibagian bawahnya langsung adalah tembok adukan semen dengan lubang pembuangan.Dan itu menggunakan shower untuk menyiramnya. Tak lupa dengan tulisan peringatan di atas kloset, agar harus berhemat dengan penggunaan air.

Sedangkan kloset untuk buang air besar.., ini niiii…, yang saya pada awalnya bingung apa yang harus dilakukan jika mau ‘bebersih’ setelah buang air besar.

 

 

Jadi..,

Si serbuk kayu yang ada di pinggir toilet tadi…, itu adalah sebagai pengganti air. Jika kita sudah selesai BAB, langsung kita ‘siram’ dengan menaburkan serbuk kayu yang banyak pada hasil ‘pengeluaran’ kita . Kita bisa gunakan tissue untuk membersihkan diri, atau agak rela sedikit berjalan pindah tempat ke kloset satunya jika ingin dibasuh dengan air agar lebih puas. ( karena kebanyakan orang kita ga puas kalau hanya di usap tissue )
Agak beribet memang…, bagi yang belum pernah.. dan bahkan bisa-bisa si mules malah hilang karena ga konsen 🙂 kkhhh….

Contohnya saya!.
Karena terbiasa ndheso denggan toilet apa adanya

Kembali ke serbuk kayu. Mengapa harus di siram pakai serbuk kayu. Ternyata Green School tetap menerapkan konsep GREEN pada sarana di sekolah sampai sedetail detailnya.
Hasil pembuangan kita yang sudah di tutupi serbuk kayu tadi, nantinya akan diolah menjadi pupuk. Setiap sore hari, serbuk yang sudah bercampur dengan kotoran akan di angkat oleh petugas khusus.
Kloset khusus BAB memang di desain bagian  bawahnya adalah ember, yang dengan mudah bisa diangkat untuk membuang isinya. (jadi sebetulnya kita BAB di atas ember 🙂 )… Seperti dalam foto.

Herannya.., area itu tak pernah bau. Entah…, mungkin ada campuran apa atau dibagaimanakan si serbuk kayunya  yang bisa menyebabkan kotoran tidak berbau.
Tak ada yang tau juga ketika saya tanyakan pada beberapa volountir. ( barangkali itu rahasia si pengolah limbah )

Pokoknya ini bagi saya ini  toilet unik…, dan sangat ramah linggkungan.

jadi teringat jaman dulu di desa mbah saya, pembuangan hanya sebuah area kotak kubangan yang kering di pojokan pinggir sawah yang tak di tutupi apapun sehingga mengundang banyak lalat.
(maafkan .., memang begitu kondisinya jaman baheula sebelum ada proyek wc nisasi dari pemerintah ).

Baiklah…,

Konsep Green Toilet di Green School ini bisa menjadi contoh bagi terjaganya kelestarian alam.
Entah orang kita mau atau tidak mengikutinya. Tentu agak sulit, karena masyarakat kita masih tetap mengandalkan septic tank untuk ‘penadah’ nya… atau air laut dan sungai sebagai peng’hanyut’nya.

Yang terpenting dalam hal ini adalah bagaimana edukasi dalam  penghematan air yang digunakan.

Nantikan postingan unik lainnya dari Green School….

 

Salam toilet ! 🙂

 

TOILET UNIK @GREEN SCHOOL BALI
Tagged on:                                         

2 thoughts on “TOILET UNIK @GREEN SCHOOL BALI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *