BEHIND THE SCENE WITH NET TV

Ketika itu baru saja turun gunung setelah 2 hari bersama Metro TV, saya di kejutkan dengan kedatangan mas-mas dari Net biro Lombok.
Memang  sebelumnya sempat kontak terlebih dahulu by phone. Awalnya saya katakan bahwa saya tidak bisa untuk di liput karena akan berangkat ke Aceh. Namun karena saya merasa ‘ga enak’  (siapa sih saya? ) jadi saya pending dan undur keberangkatan ke Aceh untuk bisa bertemu dengan beliau berdua.

Mas Dani dan Mas Otol. dua orang yang ternyata bagi saya sangat luar biasa.

Itu saya rasakan setelah bertemu dan mereka berdua share cerita  pengalaman beliau saat menjadi jurnalis di Net Geo. Pengalamanyna yang sudah berkeliling dan mendaki  di hampir semua gunung di Indonesia  untuk di dokumentasikan membuat saya geleng-geleng kepala.
Low profil.., santun, ramah, bak ilmu padi yang makin berisi makin merunduk…, jauh dari kata sombong.
Padahal dengan segudang pengalamannya menjelajahi negeri beliau pantas untuk diberi apresiasi dan di acungi jempol.
Satu kata untuk semua cerita pengalamanya saat blusukan naik turun gunung menjelajahi nusantara adalah : TIDAK  BOSAN & S E R U !!
🙂

mas Otol dan mas Dani dari NET

Beberapa pengambilan gambar saat ibu-ibu merajut kresek sudah selesai.
Kali ini giliran pengambilan gambar saat sesi wawancara. Maka ditentukanlah lokasi pengambilan gambar di hutan ang terdapat sumber mata air di dekat basecamp tempat saya menginap.
Hutan tersebut memang merupakan jalan pintas untuk mencapai desa lain dan ladang-ladang penduduk yang lokasinya berada di seberang hutan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, suasana hutan agak gelap karena matahari sudah hampir tenggelam. namun take pic tetap dilakukan.

” Ngga papa …” Kata Mas Dani Justru bagus !
Walaahhhhh…,
Ya sudahlah…, saya manut ae. Sambil rada ketar-ketir ‘horor’ 🙂

No make up no parfum no nyisir no ganti baju. But The shoot must go on. Natural aja apa adanya, namanya juga di hutan.

Sering konsentrasi saya buyar dan harus take ulang beberapa kali.  Karena gangguan gigitan nyamuk hutan yang mengganggu baik saya maupun Mas Dani.
Dan juga suara binatang ‘Tongeret’ (dalam bahasa Sunda) yang suarrana jika satu bunyi, maka Tongeret sehutan kompak berbunyi. Hingga suara dengunganya yang keras sangat mengganggu dan terekam.
Terpaksa di cut dan menunggu komplotan Tongeret tadi berhenti bersuara.
Saat pasukan Tongeret sudah terdiam dan take di ulang, malah saya yang lupa,:

“Tadi dah ngomong apa aja ya mas.., panjang lebar…”  khkhkk

 

Beberapa foto di bawah  saat saya harus bolak-balik jalan demi dapet ‘angel’ yang bagus. Lumayan juga karena jalanan licin dan konturnya naik turun.
Sementara Mas Dani mengontrol hasil gambar kekeran, Mas Otol cekrak-cekrek  pake kamera mendokumentasikan.
Thanks Mas Otol 🙂 hasil jepretannya ciamik !!

 

 

 

 

 

 

Hari semakin gelap..,

Bertepatan dengan bapak dan ibu yang akan  pulang dari ladang berjalan beriringan, pengambilan gambarpun selesai.

 

 

 

 

 

Kamipun istirahat sejenak di tepi mata air sebelum pulang. Ngobrol sana-sini sambil menunggu waktu.
Trimakasih Mas-mas…atas waktu dan pengalamanya hari ini yang luar biasa seru.

Blusukan ‘kresek’ yang tak akan bisa terlupakan…

 

 

Save

BEHIND THE SCENE WITH NET TV
Tagged on:                                             

4 thoughts on “BEHIND THE SCENE WITH NET TV

    • 29 June 2017 at 7:18 pm
      Permalink

      makasiiihhhh….:)

      Reply
  • 2 July 2017 at 7:03 pm
    Permalink

    Aku sungguh ngiri, Ncie. Keputusanmu bbrp tahun yang lalu terbukti sama sekali enggak salah. Sukses teyuzzzz ya nduuk. Jolali jaga kesehatan. Pitamin tong poho!

    Reply
    • 3 July 2017 at 12:54 pm
      Permalink

      hio mba…ngalir aja…semua dah Atas Kehendak dan Izin NYA. kita cuma menjalani. syukuri, tetep kerja keras, jangan ngeluh,,, wis,,hasil akhir biarkan Gusti yang tentukan…lup yu mbakku…untuk segala supportnya

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *