TRASHSTOCK FESTIVAL DENPASAR BALI

Saat itu sore hari cuaca di Lombok sedang tidak bersahabat. tapi tetap saya harus tetap berangkat nyebrang ke Bali dengan menggunakan kapal fery. Bismillah ajalah…

Mendung pekat begayut.. takut juga sih..,
tapi gembolan hasil karya rajutan ibu-ibu suku Sasak di Kaki gunung Rinjani ini harus sampai di Bali hari ini juga. karna besok festival Trashstock sudah akan di buka.

pelabuhan Lembar Lombok Barat

 

tampak setitik kapal di kejauhan

Perjalanan 4 jam terombang ambing di laut dari Lombok Menuju Bali dengan cuaca langit mendung membuat bibir ga brenti komat kamit sepanjang perjalanan. sadar bahwa ngga bisa berenang itu membuat setiap perjalanan di laut sering ga nyaman. ga bisa tidur. selalu lirak-lirk dimana tempat penyimpanan pelampung wkwkwkkw :). nyesel  juga dulu ga belajar berenang
Tiket kapal fery dari Pelabuhan Lembar Lombok ke Pelabuhan Padang Bai Bali memang murah …, hana 40.000 rupiah. Tapi taksi dari pelabuhan ke Denpasarna itu yang mahal. per orang di charge 100.000 !!!
Duh, mana duit mepet. Tapi mau ga mau ya harus mau. apaboleh buat.
setelah muter-muter sedikit nari penginapan yang murah akhirnya bisa juga nglurusin pinggang.
langsung krrrr….persiapan buat besok pagi.

Festival Trashstock di adakan di Taman Baca Kesiman. agak jauh juga dari tempat menginap. Setelah ritual pagi ( coffee in the morning) maka berangkatlah saa dan mas Mail ang setia membantu menggantikan membawa ransel ‘gaban’.
sampai di sana kami di sambut panitia festival mas bule Juliens. orang yang luar bisas peduli terhadap lingkungan…, walaupun orang luar.
beliau sangat-sangat menginspirasi.

Sama halnya dengan tahun sebelumnya, TrashStock Festival masih tetap mengusung konsep Not-For-Profit, di mana seluruh keuntungan yang dihasilkan akan didonasikan kepada program peduli lingkungan di Bali. Begitu pula, tidak berbeda dengan tahun  lalu, para penggerak,  panitia, serta  musisi  dan seniman yang  terlibat dalam festival ini merupakan sukarelawan yang menyumbangkan waktu, tenaga, keahlian dan bakatnya untuk terlaksananya festival ini.
Bertemu dengan para seniman hebat  dari dalam dan luar negeri yang berkecimpung di dunia daur ulang di festival Trashstock rasanya sesuatu banget. karya-karya mereka semua dari sampah. namun hasilnya sangat amazing!
Dua hari bertemu, Berdiskusi,  saling bertukar pengalaman membuat saya merasa ga ada apa-apana di banding para master. so…, bener-bener jadi pengalaman yang sangat berharga`

Di bawah ini beberapa foto kegiatan pameran di Trashstock.

 

tong sampah kreatif

 

 

 

 

karya ibu-ibu Suku Sasak

 

with Juliens

 

 

 

 

 

 

SONY DSC

 

beberapa pengunjung mencoba belajar merajut

 

semua asik belajar

 

SONY DSC

 

 

bertemu teman merajut di fb

 

with mba faiza and team om Bali Radio net

 

baju dai kertas skripsi

 

Ibu Wali kota Denpasar Bali

Sempat berbincang dengan Ibu Wali Kota Denpasar Bali saat beliau mengunjungi stand kresek. senengnyaaaaaa…

dan dua hari pun berlalu. Festival sudah usai dengan segala ilmu dan pengalaman baru.  berharap diundang kembali pada Festival Trashstock berikutnya.

 

kapal fery

 

saatnya back to Lombok

 

~ Tak Pernah bermimpi untuk bisa sejauh ini. namun tetap berusaha DO THE BEST aja. ~

perjalanan masih panjang

 

TRASHSTOCK FESTIVAL DENPASAR BALI
Tagged on:                             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *