POTRET KEHIDUPAN ANAK DI PELOSOK edisi Lombok

Saat blusukan ke berbagai pelosok pulau, saya banyak menemukan sosok  anak-anak yang bisa menjadi bahan cerita untuk lebih menggali lagi dunia anak-anak di lokasi yang nun  jauh dari perkotaan.

Anak adalah bagian dari generasi muda sebagai salah satu sumber daya manusia yang merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa.

Setiap anak memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat yang khusus serta unik.

Namun tidak semua anak beruntung memiliki orang tua yang memiliki  kondisi ekonomi secara mapan.

Masih banyak anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan apa yang seharusnya menjadi kebutuhan dalam kehidupan tumbuh kembangnya.

saya.., selaku ibu dari 3 anak merasa miris. ketika saat blusukan masih menemukan beberapa anak dengan kondisi yang kurang mendapat perhatian orang tua maupun keluarganya. Entah dikarenakan faktor ekonomi ataupun hal lainnya.

Dengan kamera tua yang selalu setia kemanapun saya pergi blusukan,  saya jepret beberapa dari mereka dan  akan saya coba untuk menceritakan bagaimana kondisi kehidupan mereka dalam beberapa part tulisan.

yu’ . . .

Saat blusukan di Desa Selong yang terletak di kaki Gunung Rinjani Lombok Timur saya bertemu dengan beberapa anak Suku Sasak.

Dengan wajah Khas Suku Sasak yang kental saya ajak mereka untuk berkenalan dan sedikit bermain.

Mengajak mereka berfoto bukanlah hal yang mudah.

Malu-malu . . . , Itu ekspresi pertama yang mereka perlihatkan. Mungkin karena pertama kali bertemu dengan orang ‘asin’. Eh, asing.

Tapi dengan sedikit pendekatan dan bujukan akhirnya mereka mau di foto (setengah terpaksa nampaknya ) 🙂

Cekrek !!

Dengan Background Bukit Selong nan cantik dan hamparan kebun cabe bak Granny Square maka jadilah kita beroto bertiga.
Hyesss . . . .

Anak-anak suku Sasak Lombok Timur

Selanjutnya . . .
Saat itu sedang take gambar bersama Metro Tv untuk sebuah tayangan inspirasi Good News Today di Desa nelayan Seruni Mumbul Pringgabaya masih di Lombok Timur.

Look !!
Sedih rasanya,,,

Kemana ibunya.., orang tuanya…, saudaranya…,

Sampai gadis kecil ini terlihat tak terurus.

Terlihat kumal,

Dengan tak beralas kaki, dan baju seadanya gadis kecil ini berlari-larian bermain bersama anak-anak lain yang terlihat lebih bersih sehatDan  terawat  di jalanan sempit  tak beraspal.

Maklum.., desa nelayan daerah pesisir pantai dengan jumlah penduduk yang banyak.

Dan selalu…, jika melihat foto ini rasa hati teriris-iris.

Gadis kecilku …,

Semoga kelak kehidupanmu akan lebih baik ya Naak…, !

Desa Nelayan Seruni Mumbul Lombok Timur

 

adik dari gadis kecil di atas

 

Masih di desa nelayan namun kali ini di desa Sasak yang lokasinya berdekatan dengan desa Seruni Mumbul Pringgabaya LoTim.

Kondisi anak-anak di sini tidak jauh berbeda. Hanya sedikit terlihat lebih bahagia.

Bermain dengan tanpa alat permainan mewah bak anak-anak di kota pada sore hari adalah suatu hiburan bagi mereka.

Tetap dengan segala kesederhanaannya, anak-anak ini tertawa bahagia.

Anak yang Cantik !…

Jika saja sang ibu bisa lebih ‘mengurusi’ nya.

Ayo nak..,

Jadilah wanita yang sukses di kemudian hari ya !.., Agar  kelak kau bisa membahagiakan kedua orang tuamu.

Aaaahhh..,lagi-lagi hidung jadi mampet nahan jebolnya air mata.

yu’ Lanjut anak-anak yang lain.

Anak-anak Desa Sasak Pringgabaya Lombok Timur

 

Selanjutnya,

Masih cerita tentang si kecil yang kali ini tinggal di desa Beririjarak Wanasaba Lombok Timur.

Duuuhhh, kalau liat ini saya rasanya sedih dih  dih dih ‘mbrebes mili.

Karena saat itu saya tau bagaimana kondisi ade’ kecil dan sang abang yang juga masih kecil dirawat oleh ayah yang hanya tukang ojek dan nene’ yang sudah tua serta pikun. Sabar ya sayang.

Ade’ keciiiiilll.., jangan sediiihhh…, doakan bunda yaaaaa… 🙁 🙁 🙁

Walau bundamu pergi jauh ke Malaysia untuk mencari nafkah, tapi masih ada ayah dan nene’ yang menyayangi dan menjagamu.

Di usiamu seharusnya kau dekat dan erat dalam dekapan hangat bunda.

Tapi sekali lagi,  sabar ya sayang…., bunda berjuang  bekerja keras membanting tulang  menjadi TKI di negri orang demi masa depanmu.

hiks

peluuuukkkkk 🙁

Ade’ keciilll… 🙁

 

Naaaaaahhh . . . . . ,

Yuuhhuuuuuu . . . . ,
Yang ini bukan parno yak!

Mungkin anak-anak sekarang tak pernah lagi merasakan bagaimana rasanya ‘boogie Jumping’ terjun rame-rame  dari atas batu ke sungai yang ada mata air di bawahnya.

Ini lokasi mata air yang terletak di Desa Beririjarak Wanasaba Lombok Timur.

Mata air yang airnya berasal dari kaki Gunung Rinjani ini beniiiing…., dan tak pernah kering walau musim kemarau panjang. Selalu air berlimpah ruah memenuhi kebutuhan desa-desa yang ada di bawah.

Bahagia yaa.., merekaa.. 🙂

Jika mereka besar nanti.., pasti moment inilah yang akan selalu terkenang.

Abak-anak Desa Beririjarak Lombok Timur

Aaaaaah.., dasaarrrr..,,!
Mas-mas yang saat itu jadi guide saya ga tahan juga tergoda air yang dingin dan bening  untuk ikutan terjun.
Walau mereka ga’ brani copot semua baju kayak ade’-ade’ pemberani tadi, tapi nampaknya mas-mas itu sedang menikmati suasana  nostalgia 🙂

wkkwkkwkw,,,,

Mlorot Clana.., Gawat!!

Mata Air di Desa Beririjarak Lombok Timur

Sepertinya perlu beberapa episode tulisan untuk bisa menceritakan kehidupan anak-anak di daerah terpencil yang saa temukan saat ‘mbolang’

Masih banyak sisi lain kehidupan anak di pulau atau daerah lainyang juga tak kalah menarik untuk di ceritakan.

Jangan bosan yaaa….,
sampai jumpa dengan cerita anak pelosok di postingan berikutnya.

 

“ncie“

 

POTRET KEHIDUPAN ANAK DI PELOSOK edisi Lombok
Tagged on:             

One thought on “POTRET KEHIDUPAN ANAK DI PELOSOK edisi Lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *