ANAK-ANAK PELOSOk~>merajut kresek

Belajar merajut tak hanya dilakukan oleh ibu-ibu.

Anak-anak inipun mau dan antusias untuk belajar.

Seperti ade’ ini yang tinggal di Pulau paling ujung titik nol Indonesia. Kota Sabang Pulau Weh.

Saat ibu-ibu belajar merajut, mereka pun ikut belajar. dan ternyata mereka lebih cepat menangkap dan menyelesaikan projek daripada ibu-ibu nya.

Sabang memang kota kecil yang hanya terdiri dari 2 kecamatan. Cerita tentang Bagaimana saya bisa sampai di Sabang akan di ceritakan pada postingan selanjutnya.

Anak Sindoro Sabang Pulau Weh

 

Kota Sabang Pulau Weh

 

Di bawah ini adalah anak-anak Suku Sasak di desa Pancoran Pringgabaya Lombok Timur. Saat blusukan di Lombok, kami memang lebih senang  melakukan belajar merajut di BERUGA ( Gazebo ). Hampir setiap rumah di Lombok memiliki Beruga sebagai ciri khas rumah Lombok di  halaman depan rumah. Beruga berfungsi sebagai tempat menerima tamu saat ada tamu bertandang ke rumah.

Untuk ade’-ade; di Lombok sana ,,,,

Semoga ilmu yang hanya sedikit ini bisa bermanfaat saat kalian besar kelak.

Anak-anak Desa Pancoran Pringgabaa Lombok Timur

 

Si cantik imut ini bernama MEMEI. Walau nama sebenernya bukanlah itu. Dipanggil Memei karna Memei memiliki kedua mata yang sipit seperti orang China.

Banyak cerita tentang Memei. Bagaimana bisa anak seusia Memei bisanberada di dalam penjara bersama ibunda tercinta.

Sedikit mengingat bagaimana ibunda Memei bisa masuk penjara.

Ibunda Memei seorang perantauan dari Jawa Timur. Tinggal di Banda Aceh untuk merantau. Kegiatan ibunda Memei sehari-hari adalah berjualan kue. Ibunda membuat kue-kue basah yang kemudian beliau jual untuk menghidupi keluarga.

Usaha pembuatan kue berkembang pesat. dan ibunda pun  bekerja sama dengan pihak lain untuk mengembangkan usahanya.

Singkat cerita..,  Ibunda Memei memiliki pinjaman uang sebesar 800 ribu rupiah kepada teman usahanya. namun entah karena apa.., ibunda tak bisa membayar hutang pinjaman. Maka di laporkannyalah beliau ke polisi oleh teman usahanya itu.

Sang peminjam uang tak mau menarik berita acara walau ibunda Memei sudah berusaha membuat perjanjian untuk membayar. Maka masuklah ibunda ke Lapas Wanita di Lhoknga Banda Aceh dengan hukuman 8 bulan penjara,

Memei yang semula di titipkan pada tetangga akhirnya di bawa oleh ibunda ke dalam sel. terpaksa.., karena tak ada sanak saudara yang mengurus. Memei bisa masuk ke dalam lapaspun dengan melalui pengacara, yang harus dibayar beberapa juta oleh ibunda Memei.
Miris memang…

Disatu sisi, Memei tak ada yang mengurus…

Disisi lain, suasana di lapas tidak baik  bagi perkembangan dan psikhologisnya. Namun tak ada pilihan lain. Memei harus ikut ibunda dalam sel.

Akhirnya Memei menjadi anak lapas. Dengan usia yang masih balita, Memei harus merasakan bagaimana dinginnya tembok dan jeruji lapas.

Semua warga binaan sayang pada Memei. Ibunda bilang pada Memei bahwa ini adalah Rumah Sakit. Agar Memei tidak mengetahui bahwa ia di dalam lapas.

Setiap kami belajar merajut di ruang Banggar (semacam aula) Memei sibuk dengan benang dan hakpen. Tanpa ada yang mengajari Memei akhirnya bisa membuat rantai (Single Crochet).

cantik yaaa..?

Memey, 3,5 Tahun Lapas Wanita Lhoknga Banda Aceh

 

Dari Aceh kita ke Desa Tempirai Selatan. Desa yang letaknya di tengah hutan karet ini masih termasuk wilayah Kabupaten Pali Sumatera Selatan. Untuk bisa mencapainya kita harus naik Travel dari Palembang selama 6-7 jam lamanya  dengan travel yang dor to dor mengantar dan menjemput satu persatu penumpang sehingga membuat  perjalanan semakin lama dan  lumayan pegel kaki juga.

Di Tempirai ini saya bina beberapa siswa SMP untuk belajar merajut. Kami ‘mulungi’ sampah kresek dari dapur rumahnya  masing-masing. Setiap hari Minggu kami berkumpul untuk belajar.

Salah satu pesertanya adalah Egy. Egy satu dari dua siswa pria yang ikut belajar. Saat ini Egy sudah menghasilkan beberapa tas kecil dan tempat pinsil. Alhamdulillah…

Semoga ilmunya kelak bisa bermanfaat ya Gy..,

Salut !!!

Desa Tempirai Selatan Kabupaten Pali Sumsel

 

Dari Pali kita kembali ke Lombok.

Anak-anak Suku Mandar desa nelayan di Seruni Mumbul  inipun tak mau kalah dengan anak-anak di daerah lain. Belajar bareng ibu-ibu dan teman-teman perempuan yang lainnya. Tak ada paksaan, Mereka dengan senang hati  ikut belajar memotong dan merajut kantong kresek.

Entah apa yang tengah asik mereka bicarakan. 🙂

Anak desa Seruni Mumbul Lombok Timur

 

Beralih ke Pulau garam Madura.

Dua kakak beradik ini ngotot ingin ikut belajar.  Lucunya sang adik merajutnya kidal. jadi terkadang kakak kesal saat adik minta di ajari namun arahnya berbeda 🙂 Ayah hanya tertawa melihat dua anak ini ‘eyel-eyelan’

Ade’-ade’ cantik Desa Bunder Pademawu Pamekasan Madura
Ade’ cantik Desa Bunder Pademawu Pamekasan Madura

 

Kampung Arab . . . .
Kampung Arab Al Munawar ini terletak di tepi sungai Musi di sekitaran jembata Ampera kota Palembang Sumatera Selatan.

Disebut Kampung Arab, karena mayoritas penduduknya adalah keturunan Arab.  Cerita tentang  blusukan diKampung Arab akan di ceritakan terpisah. unggu sinyal kenceng yak ! 🙂

Kampung Arab Al Munawar Palembang Sumsel

 

Dari Palembang kita ke Pandeglang.

Desa Cikoneng Mandalawangi Pandeglang Banten ini terletak di kaki gunung.  Entah gunung apa namanya saya lupa.

Saat itu  saya mendampingi ibu-ibu di sana selama 4 hari. Kurang memang…,
Tapi karena waktu yang mendesak karena harus berangkat ke Palembang, maka saya berusaha untuk berangkat dengan menggunakan kereta ke Rangkas Bitung.

Ade ini kelas 5 SD. Saking semangatnya…, sering marah-marah.., kesal.., karena belum bisa . mungkin baginya terlihat mudah. Tapi saat di praktekkan ternyata sulit dan nyaris menangis.

geregetan lan  ‘keuheul’  jigana…. 🙂

Sabaaarrr Deeeee’ ,,,  🙂
Merajut memang butuh kesabaran level dewa…

Tapi akhirnya bisa juga dia 🙂

Anak Desa Cikoneng Mandalawangi Pandeglang

 

Ada Kebahagiaan tersendiri yang tak bisa di ganti dengan nominal uang saat mengajari mereka.

karena…,

… Bahagia di sini adalah ketika kita bisa ikhlas lillahitaala berbagi apa yang kita miliki walau hanya sedikit…

Sampai nantiiiiiii

~ ncie ~

Anak-anak Desa Beririjarak Utara-Selatan Wanasaba Lombok Timur

 

 

ANAK-ANAK PELOSOk~>merajut kresek
Tagged on:                         

One thought on “ANAK-ANAK PELOSOk~>merajut kresek

  • 7 May 2018 at 10:20 pm
    Permalink

    Halo,
    Nama saya ROBBI dari Cirebon Jawa Barat Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Alicia Radu karena telah membantu saya mendapatkan pinjaman yang baik setelah saya banyak menderita di tangan pemberi pinjaman online palsu yang menipu saya untuk mendapatkan uang tanpa menawarkan pinjaman, saya telah membutuhkan pinjaman selama 3 tahun terakhir untuk memulai bisnis saya sendiri di kota Cirebon di mana saya tinggal dan saya jatuh ke tangan perusahaan palsu di Turki yang telah menipu saya dan tidak menawarkan pinjaman kepada saya. dan saya sangat Frustrasted karena saya kehilangan semua uang saya ke perusahaan palsu di Turki, karena saya berhutang kepada bank dan teman-teman saya dan saya tidak punya orang untuk dijalankan, sampai suatu hari setia bahwa seorang teman saya menelepon Siti Aminah setelah membaca kesaksiannya tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari Ibu Alicia Radu, jadi saya harus menghubungi Siti Aminah dan dia mengatakan kepada saya dan meyakinkan saya untuk menghubungi Ibu Alicia Radu bahwa dia adalah ibu yang baik dan saya harus mengumpulkan keberanian dan saya menghubungi Ibu Alicia Radu dan saya terkejut ketika pinjaman saya diproses dan disetujui dan dalam waktu 3 jam pinjaman saya ditransfer ke rekening saya dan saya sangat terkejut bahwa ini adalah mukjizat dan saya harus bersaksi tentang pekerjaan baik Ibu Alicia Radu
    jadi saya akan menyarankan semua orang yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi email Ibu Alicia Radu: (aliciaradu260@gmail.com) dan saya jamin bahwa Anda akan bersaksi seperti yang saya lakukan dan Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut tentang Ibu Alicia Radu email saya : (robbi5868@gmail.com) dan Anda masih dapat menghubungi Siti Aminah yang memperkenalkan saya kepada ibu Alicia Radu melalui email: (sitiaminah6749@gmail.com)
    semoga Tuhan terus memberkati dan mencintai ibu Alicia Radu untuk mengubah kehidupan finansial saya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *